Berita Terkini

Thursday, February 20, 2020

Membeli mobil Bekas ? Perhatikan Sparepart, body dan Keadaan Mesin Mobil nya



Faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih mobil bekas adalah orisinalitas atau yang bisa juga disebut dalam istilah jual beli mobil bekas disebut body kaleng. Itulah sebabnya, mobil yang masih dalam kondisi orisinil sedari baru, akan bernilai lebih mahal meskipun dibilang bekas apabila yang mempunyai mobil tersebut merawat dan memperhatikan keadaan mobil, mobil pun bisa jadi mahal meskipun sudah tua dibanding mobil yang sudah dimodifikasi.

Biasanya, semakin tua usia mobil, peluang untuk dilakukan modifikasi juga akan semakin besar. Entah, hanya berupa aksesoris, penambahan part, atau bahkan perubahan di sektor mesin dan juga ada yang lebih parah kalau mobil sudah tua sampai memodifikasi nya begitu extreme sampai merubah kerangka dan body mobil tersebut.

Masalahnya, tak semua mobil modifikasi digarap dengan baik. Sehingga bisa menimbulkan risiko, bahkan kerugian materil bagi kalian yang membeli mobil bekas tanpa memilih dan melihat apabila mobil tersebut sudah dimodifikasi secara total.

Nah, disini ada beberapa fakta tentang pentingnya mobil yang perlu kalian tahu disaat mau membeli mobil bekas yang bermutu dan awet saat dipakai untuk bersama keluarga anda maupun dalam keseharian anda :

1. Kadang sulit mencari spare part
Semakin tua usia mobil, biasanya spare part juga semakin sulit didapat. Bisa karena memang sudah jarang di pasaran, atau malah sudah tidak diproduksi lagi. Padahal, kita membutuhkannya seandainya ingin mengembalikan mobil ke kondisi orisinil.

Cara mendapatkan spare part yang sudah jarang, tak ada pilihan selain mencari dengan sabar. Bisa ke toko-toko yang masih menyimpan sparepart tersebut, atau mungkin tempat penjualan barang-barang bekas. Soal harga sudah tentu saja tidak bisa dibilang murah lagi.

2. Risiko komponen  diubah
Bisa terjadi, modifikasi kendaraan dilakukan secara kurang bertanggung jawab. Akibatnya risiko keselamatan jadi tinggi. Terutama kalau dilakukan perubahan pada mesin ataupun untuk keselamatan pengemudi nya.

Untuk mengembalikan ke kondisi semula, sebaiknya kita harus menyerahkan pengerjaannya kepada mekanik yang mengerti. Atau kepada bengkel resmi.

3. Harga mobil menjadi tidak standar atau sedikit menurun
Dengan adanya modifikasi, maka biasanya pemilik sebelumnya menambahkan biaya modifikasi tadi terhadap harga jual. Akibatnya, harga menjadi tidak standar. Sulit untuk menghitung harga normalnya sedangkan kita kalo mau membeli mobil yang bekas lebih baik kita mencari mobil yang sesuai dan tidak perlu ada perubahan apa apa pada mobil tersebut.

Jika memang kalian memilih mobil yang sudah modifikasi, sebaiknya pembeli meminta kepada jasa inspeksi mobil, cek mobil bekas yang sudah sangat berpengalaman untuk mengecek kelayakan pada mobil modifikasi tersebut.

4. Mobil sudah jauh dari fungsi semula
Tak jarang orang melakukan modifikasi terlalu ekstrem. Akibatnya mobil sudah jauh menyimpang dari fungsi semula. Manfaatnya juga jadi tidak optimal.

Padahal pembeli selalu punya ekspektasi terhadap mobil incarannya. Misalnya, mobil pikap yang dibuat ceper, semestinya masih bisa untuk mengangkut barang dan pada saat tertentu bisa mengangkut untuk kebutuhan lain tetapi pada kenyataan nya tidak bisa.

5. Ada kemungkinan menyalahi aturan
Modifikasi yang terlalu ekstrem sebenarnya juga berpotensi menyalahi aturan dari kepolisian. Misalnya soal warna, bentuk, penambahan peranti tertentu atau perubahan mesin.

Pastikan dulu bahwa modifikasi tersebut memang sesuai dengan aturan yang ada. Jika tidak, maka pembeli yang akan menanggung akibatnya jika tiba saatnya harus mengurus surat-surat.

Inilah Yang perlu kita pertimbangkan saat membeli mobil bekas yang sesuai dengan keperluan dan tidak ada kerugian materil di kemudian hari saat kita menggunakan mobil tersebut. Memilih mobil bekas yang sesuai dengan kebutuhan kita memang tidak mudah maka dari itu kita perlu menggunakan jasa inspeksi mobil bekas, karena mudah dan terpercaya.

0 comments:

Post a Comment