Berita Terkini

Tuesday, April 28, 2020

Waspada Terhadap Penyakit Tidak Menular



Non Communicable Disease (NCD) atau yang juga dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) adalah suatu kondisi medis atau penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi sehingga penyakit tersebut tidak ditularkan atau disebarkan dari manusia ke manusia sehingga non communicable disease dianggap penyakit  tidak menular. Beberapa penyakit yang termasuk non communicable disease yakni faktor keturunan diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung.

Di Indonesia sendiri penyakit tidak menular ini mulai banyak diidap masyarakat luas karena  faktor gaya hidup masyarakat di Indonesia yang menyukai banyak  makanan cepar saji dan kurang banyak berolahraga.

Diantara sekian banyak penyakit tidak menular yang ada, di Indonesia kolesterol tinggi menjadi salah satu yang paling banyak diidap masyakakat Indonesia, bahkan sekarang ini kolesterol tinggi bukan hanya diidap oleh kalangan orang tua saja, bahkan anak muda Indonesia juga sudah banyak yang megidap penyakit satu ini.

Di Indonesia sendiri kecenderungan penyakit tidak menular juga meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini didukung oleh hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2007 dan 2013 yang menyatakan bahwa ada kecenderungan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular ini.

Penyakit tidak menular sendiri terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, dan konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu penyakit tidak menular.

Naasnya semakin tahun penyakit yang biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia ini, kini banyak dialami oleh golongan usia produktif. Kondisi ini menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. Bagaimana tidak, kelompok usia produktif diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang akan membawa Indonesia menghadapi persaingan global.

Banyak ahli menuturkan sebenarnya penyakit tidak menular ini sebenarnya tergolong mudah untuk dihindari, seperti Menurut dr. Grace Joselini, aktivitas fisik adalah kunci agar seseorang terhindar dari penyakit tidak menular. Cukup dengan meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan secara umum.

Untuk langkah awal, Anda bisa melakukan olahraga yang mudah seperti jalan cepat dan jogging. Selain mudah dilakukan, olahraga lari khususnya juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan risiko mengidap penyakit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga membantu melepaskan hormone endorphin, yang membuat perasaan menjadi lebih rileks.

Selain itu, dirinya juga menyarankan untuk melakukan variasi untuk setiap olahraganya. Misalnya saja futsal, basket, bersepeda, dan buku tangkis adalah oalhraga yang bagus untuk anak muda. Sementara untuk orang yang usianya sudah lebih tua, jalan santai dan jogging adalah pilihan yang aman.

Lalu bagaimana jika seseorang yang mengalami penyakit tidak menular seperti kolesterol tinggi namun tidak bisa melakukan aktifitas fisik karena kesibukan bekerja, hal itu bisa disiasati dengan mengkomsumsi minuman penurun kolesterol yang sekarang ini sudah banyak dijual dipasaran.

Mengetahui gejala atau cara mengantisipasi berbagai penyakit tidak menular sekarang ini menjadi wajib hukumnya, karena menjaga kesehatan adalah kunci untuk menjalani hidup yang nyaman dan sejahtera.

Saturday, April 18, 2020

Ini Berbagai Penyebab Masuk Angin



Ada banyak cara agar bisa terhindar dari gejala masuk angin, salah satunya dengan cara minum produk tolak angin yang sudah terbukti sejak puluhan tahun lalu bisa meredakan gejala masuk angin. Tak ayal tolak angin cair menjadi obat herbal terlaris di Indonesia sampai saat sekarang.

Umumnya masyarakat Indonesia menyebut seseorang sedang mengalami masuk angin flu jika merasa perut kembung, mual, pusing, lesu, sering bersendawa, hingga menyebabkan muntah. Jika keluhan tersebut yang dirasakan, maka penjelasan medis yang dapat dipakai adalah sindrom dispepsia.

Masuk angin biasanya timbul karena badan terlalu capek atau kondisi cuaca yang kurang bisa diterima oleh tubuh. Namun pada beberapa orang, masuk angin merupakan suatu penyakit langganan karena sistem imun mereka yang lemah sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Gejala seperti perut kembung, meriang, sakit kepala, dan bersin-bersin sering disepelekan. Padahal, kondisi ini bisa memburuk dan mengundang datangnya penyakit. Yang kurang disadari, gaya hidup kita selama ini kerap memicu terjadinya masuk angin. Biasanya masuk angin di picu berberapa hal, seperti :

1. Kurang tidur
Banyak pekerjaan dan pulang malam bisa membuat waktu beristirahat jadi lebih sedikit. Tak heran bila stamina Anda jadi menurun. Ini terbukti dari studi yang diadakan Carnegie Mellon University. Menurut pernyataan para peneliti yang dimuat di jurnal Archives of Internal Medicine, kekurangan tidur bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh dan kemampuannya melawan virus penyebab penyakit.

2. Lama berada di ruangan ber-AC
Kini, hampir semua gedung perkantoran dan rumah dilengkapi penyejuk udara. Agar dinginnya terasa, ruangan dikondisikan selalu tertutup. Akan tetapi, ini ternyata malah bisa membuat kualitas udara di ruangan memburuk sehingga memengaruhi kesehatan kita. Penelitian yang dilakukan dr. Dan Teculescu di Inggris, Italia, dan Skandinavia menemukan, terlalu lama berada di ruangan ber-AC bisa menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Dari yang berat, seperti infeksi pernapasan, hingga yang ringan, seperti sakit kepala. Kebanyakan responden juga mengeluh sering bersin-bersin karena sensitif terhadap sirkulasi udara yang kurang baik.

3. Sering terlambat makan
Padatnya kesibukan bisa menyebabkan lupa makan. Padahal, kebiasaan melewatkan waktu bersantap bisa membuat perut Anda menjadi mudah kembung dan menyimpan banyak gas. Sebagai solusi, Ara DerMarderosian, PhD, pakar di bidang pangan alami di University of the Sciences, Philadelphia, menganjurkan kita untuk membiasakan diri makan teratur agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang lebih berat.