Berita Terkini

Saturday, May 30, 2020

Panduan New Normal Virus Korona dari Kementerian Kesehatan



Pemerintah memberlakukan peraturan baru, yaitu new normal yang berarti hidup sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona. Dengan kata lain, para pekerja mulai melakukan aktivitas seperti sedia kala. Meskipun demikian, Pembatasan Sosial Berskala Besar tetap diterapkan dan tidak ada kelonggaran.

Panduan New Normal untuk Mencegah Penularan Virus Korona

Berikut ini panduan lengkap new normal untuk pencegahan penularan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan Covid-19
Selama menjalankan PSBB di tempat kerja, pihak manajemen diharapkan selalu memantau dan memperbaharui informasi terkait virus korona di wilayahnya. Wajib membentuk Tim Penanganan Covid-19 di lingkungan kerja, susunannya terdiri dari pemimpin, kepegawaian, K3, dan petugas kesehatan.

Pemimpin bertugas memberikan kebijakan dan membuat prosedur untuk melaporkan setiap ada pekerja yang dicurigai terpapar korona. Selanjutnya akan dipantau oleh petugas kesehatan. Selain itu, semua pekerja dihimbau untuk tidak menganggap kasus Covid-19 sebagai stigma. Dalam hal ini, work from home (WFH) tetap diberlakukan.

2. Aturan untuk Pekerja Esensial yang Tetap Bekerja Selama PSBB
Tidak semua pekerja dapat menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Oleh karena itu, karena itu mereka harus tetap datang ke kantor untuk mengerjakan tanggung jawabnya. Pemerintah memberlakukan aturan, pengecekan suhu di pintu masuk tempat kerja. Hal ini untuk memastikan kondisi seseorang tidak terpapar korona selama bekerja.

Durasi waktu kerja tidak boleh terlalu panjang, atau dilarang menerapkan sistem lembur. Untuk tempat kerja yang menerapkan sistem shift, dihimbau untuk meniadakan shift 3, yaitu waktu kerja yang dimulai dari tengah malam hingga pagi hari. Apabila tidak memungkinkan, shift 3 hanya boleh diisi oleh pekerja yang berusia kurang dari 50 tahun.

Pekerja wajib menggunakan masker, baik ketika dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja dan selama berada di tempat kerja. Kantin di tempat kerja menyediakan makanan yang sehat, kaya akan gizi, dan dapat menutrisi tubuh dengan baik.

3. Memberikan Fasilitas yang Aman dan Sehat di Tempat Kerja
Lingkungan kerja harus selalu higienis. Disarankan melakukan pembersihan setiap 4 jam sekali, dan menyemprotkan disinfektan di seluruh area. Terutama benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, dan fasilitas umum lainnya. Kualitas udara harus tetap terjaga, caranya dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan rutin membersihkan filter AC.

Tempat kerja menyediakan lebih banyak sarana untuk mencuci tangan, seperti sabun dan air mengalir. Memasang poster edukasi cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol lebih dari 70% di tempat tertentu seperti pintu masuk, ruang rapat, pintu lift, dan lainnya.

Physical Distancing di setiap aktivitas kerja, misalnya pengaturan jarak antar meja di kantor maupun di kantin, pengaturan kursi lobi, dan masih banyak lagi. Para pekerja diharapkan bisa ikut mengkampanyekan pola hidup sehat, misalnya mengonsumsi berbagai asupan makanan sehat, rutin berolahraga setiap pagi atau sebelum memulai aktivitas kerja, hingga menjaga kebersihan.

4. Sosialisasi dan Edukasi untuk Pekerja Terkait Covid-19
Memang, himbauan mengenai virus Covid-19 sudah tersebar di seluruh lapisan masyarakat. Namun, masih banyak yang belum benar dalam menyikapinya. Oleh karena itu, pemerintah menyarankan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19. Sehingga, karyawan dapat mencegah penularan secara mandiri dan tidak cemas berlebihan.

Materi edukasi yang diberikan antara lain penyebab coronavirus dan cara mencegahnya, mengenali gejala awal dan tindakan yang perlu dilakukan, mempraktekkan gaya hidup sehat, alur pelaporan jika menunjukkan tanda Covid-19. Sedangkan metode edukasinya dapat melalui poster, video, papan iklan, dan masih banyak lagi.

5. Protokol Kesehatan di Area Institusi Pendidikan
Setelah pemerintah mengeluarkan rencana new normal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan membuka mengaktifkan kegiatan pendidikan dalam waktu dekat. Meskipun waktunya belum ditetapkan secara pasti, protokol kesehatan harus tetap diterapkan di sekolah.

Setiap institusi pendidikan diharapkan dapat menyediakan sarana cuci tangan yang lebih banyak.  Seperti wastafel, sabun, dan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70%. Serta lebih sering membersihkan fasilitas, seperti handel pintu, perangkat komputer, meja, kursi, dan lainnya.

Seluruh karyawan dan pelajar di institusi diwajibkan melakukan skrining setiap hari, apabila menunjukkan gejala Covid-19 maka diperbolehkan untuk tidak datang ke sekolah. Dilarang saling meminjam peralatan makan dan berbagi makanan, selain itu penggunaan alat musik tiup juga dilarang.

Tidak disarankan melakukan kontak fisik, seperti bersalaman berpelukan, dan cium tangan. Kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang juga belum boleh dilaksanakan, termasuk studi wisata dan pramuka. Siswa dihimbau tidak jajan sembarangan, sebaiknya membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Itu dia, beberapa panduan new normal untuk pencegahan penularan virus korona. Setelah panduan ini resmi diterapkan di Indonesia, maka masyarakat dapat menjalankan rutinitas normal dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Masyarakat juga diharapkan dapat memahami betul bagaimana bahaya virus korona yang hingga saat ini masih dalam status Pandemi. Salah satu caranya adalah dengan membaca berbagai informasi kesehatan yang valid dan kredibel yang tersebar di internet. Salah satunya Anda bisa mengunjungi situs Halodoc. Karena di Halodoc, selain menyediakan fitur beli obat online, konsultasi dengan dokter, membuat janji dengan dokter, juga terdapat informasi yang valid dan kredibel berkaitan dengan kesehatan. 

0 comments:

Post a Comment