Berita Terkini

Saturday, October 24, 2020

Kenalan dengan Karakter Biji Kopi dalam Nescafe Classic yang Khas



Para penikmat kopi pasti mengetahui bagaimana masing-masing biji kopi memiliki karakter yang membuatnya berbeda satu sama lain, sehingga saat diracik pun menghasilkan cita rasa berbeda. Misalnya pada Nescafe Classic yang menggunakan kopi robusta dari perkebunan di Lampung. Karakter biji kopi yang ditanam di setiap daerah tentu berbeda-beda, dipengaruhi oleh kondisi tanah dan suhu udara. Belum lagi metode penanaman dan roasting atau proses pemanggangan biji kopi.

Ada beragam karakter kopi yang bisa Anda temukan di pasaran, tetapi dalam hal jenis dibagi dua macam yaitu arabika dan robusta. Biji kopi arabika biasanya menyajikan cita rasa yang lebih kecut dengan kadar kafein lebih rendah. Sementara robusta rasanya tidak begitu kecut dengan kadar kafein lebih tinggi.

1. Karakter Kopi yang Ada di Pasaran
Secara umum, kopi-kopi yang ada di pasaran memiliki karakter yang setiap jenisnya mengeluarkan cita rasa khas. Contohnya pada biji kopi robusta dari Lampung yang digunakan pada Nescafe Classic karakternya tidak begitu asam, lebih ringan saat dikonsumsi, body gelap, juga aroma kuat. Karena karakter ini, kopi bisa juga diracik sebagai minuman kopi modern seperti kopi susu, latte, hingga cappucino.

2. Dari Tingkat Keasaman
Jika Anda pemula dan baru menyukai kopi, dasar-dasar karakter bisa coba dikenali dengan memahami tingkat keasaman setiap jenis biji kopi. Selain kopi lampung, jenis lainnya seperti Aceh Gayo yang memiliki tingkat keasaman rendah, tetapi aroma kopinya kuat dan cita rasanya tidak begitu pahit.

Selain itu cita rasa manisnya pun cenderung tinggi, sehingga bisa dikelompokkan sebagai kopi manis di kelas medium. Begitu pun dengan tingkat keasaman pada biji kopi Bali Kintamani  yang juga berada di kelas medium dengan tingkat keasaman lebih rendah dan memiliki cita rasa citrus.

3. Dari Tingkat Ketajaman Body
Kemudian karakternya bisa dilihat juga dari ketajaman body atau kepekatan warna. Pekatnya warna body kopi ini pun dipengaruhi juga oleh metode roasting yang dipilih. Kopi dengan body tidak terlalu pekat akan menghasilkan racikan yang lebih pucat. Lalu body juga termasuk tingkat kekentalan alami kopi. Karakter seperti ini tentu penting dalam menjadikan sebuah menu racikan kopi, sehingga menjadi pertimbangan dalam memilih biji kopi.

4. Beragam Perbedaan Cita Rasa dan Aroma
Untuk menyajikan menu racikan kopi yang berbeda oleh setiap kedai atau coffee shop, tidak sedikit yang mencampur beberapa jenis biji kopi agar hasilnya memiliki ciri khas tersendiri. Misal, menggabungkan jenis biji Sumatera dengan Colombian sebagai jenis biji kopi asal Kolombia dengan karakter asam rendah, tidak terlalu pahit, dan beraroma tembakau.

Selain itu biji kopi lain yang berasal dari negara lain dan sering digunakan para barista ialah jenis Ethiopia. Karakternya beraroma buah-buahan bercampur floral. Ada pula yang bercita rasa coklat dan karamel yang lebih manis yaitu biji kopi asal Wamena, Papua. Pergabungan beberapa jenis biji kopi ini akan memberi aroma yang juga khas dan tidak mudah ditebak.

Sebelum bereksperimen menggunakan berbagai jenis biji kopi dalam racikan, Anda bisa coba gunakan produk kopi instan Nescafe Classic yang mengandung kopi murni dan lebih praktis untuk diracik. Anda bisa racik dengan susu nabati, creamer, serta brown sugar dengan takaran sesuai selera. Campurkan sirup khusus bila Anda cenderung menyukai cita rasa kopi ala coffee shop. Seperti sirup karamel, hazelnut, dolce, dan masih banyak lagi.

0 comments:

Post a Comment